Rabu, 21 Januari 2015

Peran Internet

Global Brain dan Peran Internet
Menurut wikipedia, Global brain adalah  konseptualisasi dari jaringan di seluruh dunia yang dibentuk oleh  teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan sistem menjadi cerdas, sehingga dapat mengatur dirinya sendiri. Internet menjadi lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih menyeluruh, hal itu  semakin mengikat ke dalam sistem pengolahan informasi tunggal, yang berfungsi seperti sistem saraf untuk planet Bumi. Kecerdasan jaringan ini bersifat kolektif atau didistribusikan: tidak terpusat dalam setiap individu tertentu, organisasi atau sistem komputer. Ini bukan muncul dari jaringan dinamis interaksi antara komponen-komponennya, properti khas dari sistem adaptif yang kompleks.
 Sebenarnya world-wide web atau yang sering kita sebut www pada dasarnya berkerja seperti organisasi didalam otak seperti halaman web yang memainkan peran seperti neuron yang terhubung oleh hyperlink yang memiliki peran seperti sinapsis, bersama-sama membentuk jaringan asosiatif yang selanjutnya menyebarkan informasi. Analogi ini  menjadi lebih kuat dengan munculnya media sosial, seperti Facebook, di mana link antara halaman pribadi mewakili hubungan dalam jaringan sosial sehingga informasi menyebar dari orang ke orang. propagasi tersebut mirip dengan aktivitas diotak yang mengunakan jaringan saraf untuk memproses informasi dan menyebar dalam cara distribusi pararel. (http://en.wikipedia.org/wiki/Global_brain).

Peran Internet sebagai Mediasi Terbentuknya Berbagai Model atau Kondisi Consciousness dan Dapat Pula Mendorong Terjadinya Collective Unconsciousness
  • Mediasi adalah salah satu usaha dalam penyelesaian konflik yang terjadi antara dua kubu yang bersengketa atau bertentangan dimana pihak yang bersengketa menyerahkan penyelesaian konflik kepada pihak ketiga yang netral (mediator) dengan tujuan mencapai kesepakatan yang adil yang dapat diterima oleh kedua kubu yang bersengketa.
  • Model atau Kondisi Consciousness, menurut Jung dalam buku teori kepribadian edisi 7 karya feist & feist mengatakan kesadaran merupakan hal yang dapat dirasakan oleh ego, sementara elemen ketidaksadaran tidak ada kaitannya demga ego. Menurut Jung, ego sebagai pusat kesadaran tetapi bukan merupakan inti dari kesadaran itu sendiri. Ego bukan keseluruhan dari kepribadian dan harus dipenuhi dengan diri. Sedangkan yang dimaksud dengan Diri adalah pusat dari kepribadian yang kebanyakan didominasi oleh ketidaksadaran. Dalam psikologi analitis, kesadaran memainkan peranan yang relatif kecil.
  • Collective Unconsciousness, menurut Jung dalam buku teori kepribadian edisi 7 karya feist & feist mengatakan ketidaksadaran kolektif kebalikan dari ketidaksadaran personal. Jika ketidaksadaran personal dihasilkan dari pengalaman individu, ketidaksadaran kolektif dihasilkan dari pengalaman yang sudah mengakar dari masa lalu leluhur.  Ketidaksadaran kolektif diturunkan dari satu generasi kegenerasi selanjutnya. Ketidaksadaran kolektif bertanggung jawab terhadap kepercayaan terhadap agama, mitos, serta legenda.
Dari penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa global brain dibuat berdasarkan cara kerja otak manusia untuk memudahkan kita menggunakan internet, dengan global brain internet menjadi lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih menyeluruh. Internet juga berperan sebagai mediasi terbentuknya berbagai model atau kondisi consciousness dan dapat pula mendorong terjadinya collective unconsciousness, disini yang berperan sebgai mediator adalah ego, dimana ego memutuskan apa akan memenuhi id, id disini menurut freud adalah bagian paling primif pada wilayah pikiran manusia, bahasa sederhana dari id adalah pikiran untuk memenuhi segala yang diinginkan atau memenuhi super ego, super ego adalah bagian paling suci dalam wilayah pikiran individu. Untuk menyeimbangkan id dan super ego diperlukan ego.
Contoh seorang anak menginginkan hp baru disini id bermain tetapi anak tersebut tidak memiliki uang, anak tersebut memikirkan bagaimana caranya mendapatkan hp yang diingikannya, anak tersebut berpikir untuk mencuri uang orang tuanya tetapi super ego tidak memperbolehkan dan tidak membenarkan sikap tersebut sehingga ego berperan untuk mencari jalan atau solusi yang dapat diterima super ego tetapi id terpenuhi.
Internet juga berperan untuk kegiatan sehari-hari, dari internet kita dapat mengetahui apapun yang kita cari atau inginkan dalam internet, dari internet kita mendapatkan wawasan baru sehingga hal tersebut membentuk model consciousness, tanpa sadar juga dapat membentuk ketidaksadaran kolektif atau collective unconsciousness, seperti saat kita bermain internet lalu saat kita membuka salah satu webnya tanpa sengaja gambar-gambar yang mengandung pornografi muncul walaupun kita tidak memiliki tujuan melihat gambar tersebut. Tetapi karena kita telah diajarkan bahwa diagama maupun norma tidak memperbolehkan hal tersebut sehingga kita langsung menutup web tersebut. Hal ini karena ketidaksadaran kolektif kita bekerja.
Referensi :

2.      Etika dalam Penelitian Internet
Keberadaan dan peran internet dalam kehidupan manusia sudah tidak diragukan lagi. Internet membantu kita untuk lebih mudah mendapat informasi selain mendapat informasi kita juga bisa berbagi informasi dengan orang – orang. Meskipun kita cenderung bebas ingin berbagi apapun namun kita juga harus memperhatikan etika- etika dalam berinternet. Etika penelitian dengan bantuan internet sendiri berkaitan dengan “benar” dan “salah” . Adapun peraturan yang harus diperhatikan dalam penelitian dalam internet adalah:
·         Menghormati martabat subek penelitian
Penelitian yang kita lakukan harus tetap menjunjung harkat dan martabak seseorang dan dalam hal ini kita harus memperhatikan harkat dan martabat subjek penelitian dan ketika kita melakukan penelitian kita juga harus memperhatikan hak asasi subjek.
·         Asas Kemanfaatan
Sebelum melakukan penelitian kita juga harus memperhatikan manfaat dan dampak buruk dari penelitian yang kita lakukan. Jika penelitian itu memiliki banyak manfaat maka penelitian itu boleh dilakukan.
·         Berkeadilan
Dalam melakukan penelitian kita harus bersikap adil terhadap subjek penelitian
·         Informed consent
Informed Consent adalah pernyataan bahwa subjek bersedia untuk diambil datanya dan ikut serta dalam penelitian. Aspek utama dari Informed Consent sendiri adalah infomasi, komperehensif,  dan volunterness.( sumber: worldaternativeenergy.wordpress.com/2013/12/28/penelitian-psikologi-dan-internet-14-publikasi-online-etika-dalam-penelitian-internet- dan-berbagai-hasil-penelitian- dan-teknik-penelitian-online/)
      Selain itu juga kita harus memperhatikan kebebasan public untuk mengakses penelitian yang kita lakukan, menaga kerahasiaan dari subjek penelitian serta tidak lupa untuk mengirimkan hasil penelitian yang kita lakukan pada subjek penelitian. Kita juga harus memberitahukan serta menjelaskan kepada subjek tentang prosedur dalam melakukan penelitian dan tidak lupa membetikan terapi pada subjek yang terkena dampak negatif dari penelitian yang kita lakukan dan ika penelitian yang kita lakukan melibatkan binatang kita juga harus mempertimbangkan dampak negatif yang mungkin dialami oleh binatang tersebut ( sumber: monicfebriani.blogspot.com/2013/12/publikasi-online-etika-dalam-penelitian.html?m=1)

PLAGIARISME

     Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.


sumber :www.google.com

      Seiring dengan berkembangnya IPTEK ternyata bisa menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satu dampak negatif itu adalah praktik plagiat yang terjadi dikalangan mahasiswa. Setiap manusia itu selalu menginginkan kemudahan dalam melakukan suatu hal. Dengan sifat manusia yang seperti itu, maka manusia akan selalu mencari kemudahan dalam kehidupannya misalnya melakukan tindakan plagiarisme yang sering terjadi dikalangan mahasiwa. Plagiarisme dikalangan mahasiswa sudah menjadi suatu hal yang tidak asing lagi. Tindakan seperti menjiplak karangan orang lain tanpa menyebutkan sumbernya sudah menjadi kebiasaan sebagian besar  mahasiswa. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena tindakan plagiat akan merugikaan banyak orang, antara lain:
  1. Pengarang asli, pengarang asli merupakan orang yang menciptakan  suatu karya atau karangan. Pengarang asli akan merasa tidak nyaman bila hasil karyanya dijiplak oleh orang lain.
  2. Pembaca, pembaca dalam konteks ini merupakan orang yang membaca suatu karangan hasil jiplakan. Pembaca akan merasa tertipu bila mengetahui bahwa suatu karya atau karangan yang dibacanya merupakan hasil dari jiplakan.
  3. Plagiator, plagiator merupakan pelaku dari penjiplakan. Plagiator tidak akan memperoleh kepercayaan dari oleh orang lain.
         Saat ini permasalahan tentang praktik plagiat sudah merajalela di kalangan mahasiswa. Sulit sekali untuk mengetahui apakah seseorang itu melakukan plagiat atau tidak dalam mengerjakan suatu karya atau karangan. Oleh karena itu dibutuhkan ketelitian untuk melihat suatu karangan,apakah suatu karya atau karangan itu benar-benar asli atau merupakan hasil dari jiplakan atau plagiat. Permasalahan tentang praktik plagiat dibutuhkan perhatian yang serius, selain itu dibutuhkan upaya-upaya untuk menanggulanginya. Karena bila dibiarkan akan menimbulkan dampak yang tidak bagus, terutama dalam bidang akademis dikalangan mahasiswa.
 
       Maraknya plagiat belakangan ini menunjukkan bahwa plagiat dapat menjadi budaya. Kecendrungan ini akibat lemahnya kesadaran hukum serta penegakan hukum yang dilakukan terhadap tindakan ini.
Dampaknya, masyarakat menganggap plagiat sebagai tindakan yang cukup aman dilakukan, dengan menganggapnya sebagai sebuah kelaziman baru di masyarakat.
Budaya didefinisikan oleh Franciss Meril sebagai pola perilaku akibat interaksi sosial. Budaya plagiat, dalam konteks definisi ini, menunjukan bahwa ia adalah perilaku yang timbul akibat respon sosial terhadapnya. Seringkali kita temui kebanyakan orang memaklumi tindakan plagiat, menganggapnya sebagai suatu kelaziman baru, serta tidak diberikan sanksi yang sesuai. Respon semacam ini seolah memberikan satu ÂșizinÂȘ untuk melahirkan budaya plagiat.

        Dalam KUHP, istilah plagiat memang belum dikenal. Namun, secara hukum, plagiat dapat dikaitkan dengan Undang-undang No.19 tahun 2002 tentang Hak Cipta ("UU Hak Cipta") dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional ("UU Sisdiknas"). Berdasar Sanksi bagi sarjana yang terbukti melakukan plagiat ini adalah gelar akademiknya dicabut dan dapat dikenakan pidana selama 2 (dua tahun) penjara.

Plagiarisme dalam Literatur
 
      Plagiarisme dalam literatur terjadi ketika seseorang mengaku atau memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau karya sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.

Faktor –Faktor Penyebab Praktik Plagiarisme

    Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang mahasiswa itu melakukan tindakan plagiarisme, faktor-faktor tersebut antara lain:

Kurangnya pengetahuan tentang aturan penulisan

Kurangnya pengetahuan mereka tentang tata cara penulisan karya ilimiah merupakan suatu penyebab terjadinya plagiarisme atau copy  paste. Referensi yang hanya sebagai penguat gagasannya hendaknya dia mencantumkan sumber referensi tersebut sebagai penghargaan terhadap orisinalitas sebuah karya.
Sanksi belum ditegakkan secara tegas
Dalam hal ini perlu diberlakukan sanksi yang tegas bagi para pelaku Copy paste. hal ini amat diperlukan karena dalam hal proses pendidikan bagi civitas akademis sendiri agar menjauhkan mereka dari tindakan tersebut.

Tidak percaya diri

Tidak percaya diri juga menjadi suatu hal yang mendasari seseorang untuk melakukan Copy Paste. Ketidaksiapan seseorang dalam membuat suatu tugaslah yang menyebabkan hal ini dapat terjadi. Oleh karena itu peran serta dari sang dosen untuk memotivasi para mahasiswanya.

Malas

Sifat malas merupakan sifat manusiawi, tak terkecuali bagi mahasiswa. Mahasiswa menjadi jenuh dan malas karena selalu dihadapkan dengan tugas yang menumpuk. Tugas dari berbagai mata kuliah tidak jarang mempunyai deadline yang hampir bersamaan. Hal ini tentu saja membuat mahasiswa kurang optimal mengerjakan tugasnya. Tidak jarang pula mahasiswa mengerjakan tugas dengan jalan pintas. Berdalihkan keterbatasan waktu, mahasiswa melakukan copy  paste atau plagiarisme dari pekerjaan teman ataupun hasil browsing di internet.

Penyalahgunaan teknologi

Kemajuan teknologi telah memperkenalkan internet kepada mahasiswa. Di dalam internet inilah mahasiswa mendapatkan kemudahan untuk memperoleh referensi. Seorang mahasiswa yang hendak mencari referensi tinggal mengetik ”kata kunci” dan beberapa saat kemudian referensi – referensi yang di inginkan muncul dalam layar monitor. Kemudahan – kemudahan dalam mengakses internet inipun tidak jarang disalahgunakan oleh mahasiswa. Tanpa berpikir panjang, mahasiswa melakukan copy  paste tanpa mencantumkan sumber copy-an dari referensi tersebut. Bahkan tidak jarang mahasiswa mengumpilkan tugas dari hasil copy paste tanpa adanya pengeditan terlebih dahulu. Masyarakat, khususnya mahasiswa, hendaknya menyadari bahwa kebiasaan Copy Paste pekerjaan orang lain justru akan merugikan diri sendiri dan orang yang mempunyai karya itu. Disadari atau tidak, tindakan ini akan membuat pikiran mahasiswa terbelenggu oleh pekerjaan orang tersebut. Kebebasan berpikir dan mengeluarkan ide – ide terasa semakin sulit. Selain itu tidak ada lagi penghargaan terhadap karya orisinil karena lunturnya moral mahasiswa. Hasil karya yang monoton akan semakin banyak dijumpai dan sulit untuk menemukan karya yang lebih baik bila praktik plagiarisme masih terus berlanjut.

Pandangan Mahasiswa Terhadap Plagiarisme
 
      Praktik Plagiarisme seperti Copy Paste di kalangan mahasiswa merupakan suatu hal yang sudah  biasa terjadi. Hal ini ditandai dengan banyaknya mahasiswa yang tertangkap melakukan praktik plagiat ini. Menurut Pahrudin salah satu dari mahasiswa mengatakan bahwa Copy paste bukan suatu tindakan yang memperbodoh mahasiswa, akan tetapi tindakan ini sebagai sebuah cara untuk mempermudah mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya dengan mencantumkan referensi awal serta memebacanya terlebih dahulu. Namun tindakan seperti copy paste ini perlu diberikan sanksi yang tegas agar praktik-praktik plagiarisme dapat dikurangi intensitasnya.

Hubungan Antara Mahasiswa dan Plagiarisme

      Praktik plagiarisme telah mejadi hal yang tidak asing lagi bagi mahasiswa. Hal ini bisa ditandai dengan praktik copy paste yang biasa terjadi dikalangan mahasiswa. Kebiasaan menyalin ini sudah dianggap hal biasa. Plagiarisme seakan menjadi teman bagi mahasiswa. Sungguh ironi, bila mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang dibanggakan, padahal tindakan plagiarisme sudah melekat di dalam diri mahasiswa.

Alasan Mahasiswa Melakukan Plagiarisme

       Seorang mahasiswa itu melakukan tindakan plagiarisme disebabkan oleh berbagai hal. Alasan mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme dantaranya karena mahasiswa lebih suka jalan pintas dalam mengerjakan tugasnya. Dengan menyalin data dari internet untuk dijadikan sebagai hasil dari tugasnya merupakan cara yang sering dilakukan oleh mahasiswa. Apabila alasan ini disimpulkan, sesungguhnya masalah sifat malas ini yang menjadi penyebabnya. Namun mahasiswa juga beralasan karena banyaknya tugas bisa menjadi faktor yang mendorong seorang mahasiswa itu melakukan tindakan plagiarisme. Karena mahasiswa takut tugasnya tidak selesai akhirnya mereka pun melakukan tindakan plagiarisme.

Mahasiswa Mudah Melakukan Plagiarisme

    Dengan hadirnya berbagai macam teknologi, semakin memudahkan mahasiswa melakukan tindakan plagiarisme. Teknologi informasi dan komunikasi yang sudah berkembang pesat serta hadirnya internet yang semakin canggih, membuat mahasiswa juga semakin mudah melakukan tindakan plagiarisme. Hal ini sebenarnya merupakan penyalagunaan teknologi.

Dampak Praktik Plagiarisme

       Plagiarisme yang sudah merasuki jiwa mahasiswa akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi dunia pendidikan. Pada dasarnya plagiat itu bisa dikatakan sebuah tindakan pencurian dan penipuan, apabila tindakan tersebut dilakukan oleh seorang pelajar atau mahasiswa maka itu akan menurunkan kualitas pendidikan.
Disamping menurunkan kualitas pendidikan, pandangan baik masyarakat mengenai pendidikan pun akan berubah menjadi buruk. Masyarakat tidak akan percaya lagi dengan dunia pendidikan yang telah banyak melakukan tindakan plagiarisme. Masyarakat akan selalu memandang ke arah yang negatif tentang dunia pendidikan. Bila hal tersebut tidak segara diatasi, maka akan terjadi krisis kepercayaan mengenai dunia pendidikan.

Upaya Menanggulangi Masalah Plagiarisme

       Plagiarisme merupakan sebuah tindakan yang sudah menjadi kebiasaan mahasiswa. Hal ini sulit tentunya untuk diatasi. Di kalangan kalangan mahasiswa, praktik plagiarisme sudah mengakar sejak turun-temurun. Upaya – upaya yang dapat dilakukan saat ini anatara lain dengan melakukan pembimbingan yang serius kepada mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan pada saat mahasiswa sedang mengerjakan skripsi. Pembimbingan sangat perlu dilakukan untuk memberikan pengarahan kepada mahasiswa dalam mengerjakan tugasnya. Hal ini tentu dapat mencegah tindakan plagiarisme oleh mahasiswa.
Selain dengan melakukan pembimbingan dengan teliti. Penanaman nilai-nilai yang baik untuk mahasiswa agar tidak melakukan tindakan plagiarisme. Penggunaan software anti plagiarisme yang bisa mendeteksi plagiarisme juga merupakan cara yang efektif untuk menanggulangi plagiarisme. Dengan adanya software anti plagiarisme diharapkan mampu mengatasi masalah plagiarisme. Ketiga upaya tersebut harus selalu dilakukan agar praktik plagiarisme dapat diatasi.

sumber: www.google.com


Sumber :
- http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl2503


Jumat, 05 Desember 2014

Internet Addiction Disorder

Pengertian internet addiction disorder dan cara mengatasinya .

Internet Addiction Disorder atau yang lebih sering dikenal kecanduan internet adalah penggunaan secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang kecanduan internet terlihat dari banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online atau bermain internet tanpa peduli bahkan lupa dengan aktivitas lainnya bahkan kehidupan sekitar mereka. Gangguan dalam kecanduan internet meliputi pornografi, judi online, game online chatting dan lain-lain.
Kasus internet Addiction disorder
Bandung - Bocah laki-laki putus sekolah ini bisa larut seharian di warung internet (warnet) sembari memolototi layar monitor komputer. Dogol (15), nama samarannya, berprinsip pantang pulang sebelum menuntaskan permainan game online. Sudah tak terhitung berapa kali ia bolak balik warnet. Kebablasan menyantap game online berdampak buruk terhadap perilaku Dogol. Ia terjerat hukum lantaran bertindak kriminal. Tak punya duit untuk main game online, Dogol nekat mencuri sepeda motor. Kasus kejahatan anak di bawah umur itu ditangani Polsek Andir.
"Saya sudah kecanduan game online. Sering main dari pagi sampai pagi lagi, hanya bocah ini bertindak kriminal gara-gara kecanduan game online
Dogol berperawakan mungil ini berniat mempreteli satu persatu onderdil motor. "Tadinya mau dijual ke padagang loak," ungkap bocah yang mengenyam pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga kelas tiga ini, yang mengaku menyesal lantaran beraksi kriminal. Kasus ini terungkap saat Dogol mencoba mencuri sepeda motor terpakir di halaman rumah warga, kawasan Margaasih, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Modusnya mengeser-geser motor tanpa merusak kunci kontak. Namun ketika sudah beberapa langkah menggeser motor, aksinya tepergok warga. Dogol akhirnya mengaku hendak mencuri, dan langsung diamankan ke Mapolsek Andir.
Terkait penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur, penyidik Polsek Andir tampak hati-hati. Sepanjang diminta keterangan, Dogol selalu didampingi orangtuanya dan petugas Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kota Bandung. Meski menginap di Polsek Andir, penyidik mengaku tetap memerhatikan hak anak, dan menjaga psikologi Dogol agar tak tertekan.
"Motif ia (Dogol) mencuri karena ingin main game online. Belakangan diketahui juga kalau dia sering mengambil barang berharga dan uang milik orang tuanya di rumah. Dia klepto, ada barang berharga milik orang lain yang ditemuinya selalu diambil. Bahkan orang tuanya terpaksa menyimpan dompet di bawah bantal kamar tidur," jelas Kapolsek Andir Kompol Anwar Haidar didampingi Kanitreskrim Polsek Andir AKP Niko N. Adi Putra.
Tersangka kepada polisi mengaku baru sekali mencuri motor. Namun begitu, polisi tetap menyelidiki apakah ada jaringan atau pihak lain yang memanfaatkan keluguan anak baru gede (ABG) tersebut.
"Kami selalu berkoordinasi dengan Bapas dalam menangani kasus ini. Berkas penyidikan pun dipercepat," tambah Niko.
Dogol melanggar Pasal 362 KUH Pidana tentang mengambil barang orang lain untuk maksud dimiliki oleh pribadi dengan melawan hukum. Tentu saja ancaman hukuman itu berlaku setelah nanti Polsek Andir berkoordinasi dengan pihak Bapas mengingat Dogol masih di bawah umur.
Analisis Masalah
Menurut analisa saya, sebelum Dogol melakukan aksi kriminal tersebut kemungkinan ia sudah mengalami Internet Addiction Disorder (IAD) yang dimana setiap waktu selalu ia habiskan didepan layar komputer. Mengapa ia mengalami hal tersebut ? Hipotesa saya menyimpulkan bahwa:
1.      Dogol kurang mendapatkan adanya perhatian dan bimbingan dari orangtua
2.      Kurangnya rasa bersosialisasi dengan sekitar.
3.      Menjadikan game online sebagai pelarian dari putus sekolah.
Jelas kalo saya menyimpulkan ketiga alasan tersebut sebagai pemicu atau penyebab ia melakukan hal tersebut. Karna pertama jika Dogol mendapatkan perhatian dan bimbingan orangtua otomatis ia tidak semanik tersebut dengan game online, orangtua dengan tegas akan  menegur jika Dogol sudah lewat batas dalam bermain game online. Kedua adalah rasa sosialisai yang kurang dimiliki oleh dogol, kemungkinan ia merasa malu untuk bersosialisasi dengan sekitar karna ia putus sekolah. Ia merasa nantinya akan dikucilkan oleh lingkungan utamanya teman seusia Dogol, maka dari itu ia kurang untuk bersosialisasi dengan sekitar. Ketiga menjadikan sebagai pelarian, alasan ini memang sangat akurat kenapa ia sangat menggemari game online. Ia tidak tahu ia akan berbuat apa setelah ia putus sekolah, bermain dengan teman seusianya mungkin akan membantu tapi ia akan merasa sangat rendah dimata teman-temannya karna teman seusianya sekolah dia tidak. Kebingungan inilah yang menjadi pemicu atau pelarian dari Dogol untuk menjadikan game online sebagai “teman sejatinya”
Cara mengatasi internet addiction disorder
1. cari tahu masalahnya
jika anda menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah depresi, gelisah atau masalah hubungan bukan internet peleriannya. Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat anda semakin kecanduan internet. psikoterapi bisa menjadi alternatif. disana anda akan dapat belajar bagaimana memanage stres yang baik.
2. kenali pemicunya
menjadi seorang pecandu internet tentu karena dipicu sutu hal. cari tahu dan kenali pemicunya. Apakah anda bosan, stres atau kesepian? jika hal tersebut yang menjadi penyebabnya coba buat cara alternatif untuk menghadapi perasaan tersebut. contohnya memperbanyak kesibukan atau berjalan-jalan dengan teman
3. kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet
bagi yang sudah kecanduan dengan internet coba sedikit demi sedikit mengurangi kebiasaan anda bergaul terlalu lama dengan internet. misalnya jika anda biasanya menghabiskan waktu 10 jam untuk berinternet coba kurangi 2 jam saja untuk melakukan hal-hal lain seperti berkumpul dengan keluarga atau mengikuti kegiatan sosial lainnya.
4. ubah pola kebiasaan online
salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan internet adalah denagn  mengubah pola kebiasaan berinternet
5. atur ulang jadwal rutinitas
Jika Anda biasanya memeriksa e-mail pada pagi hari setelah bangun tidur, coba periksalah e-mail tersebut setelah sarapan. Tak adal salahnya menikmati waktu sarapan bersama keluarga karena bisa mempererat keharmonisan hubungan. Jika sepulang dari kantor biasanya Anda langsung nongkrong di internet, tunggulah sampai setelah makan malam. Sambil menunggu makan malam Anda bisa berleyeh-leyeh di sofa sambil mendengarkan musik mungkin?

Mengajak teman yang bisa mengingatkan kita ketika kita tenggelam dalam keasyikan berinternet.
Menaruh komputer dan internet di tempat yang terbuka, juga menghubungkan diri dengan internet ketika berada di tempat publik. Kenyamanan berinternet memang berkurang, tetapi akan mengurangi risiko kecanduan.

sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Internet 
2. http://savinamaharanivajni.blogspot.com/2012/11/internet-addiction-disorder.html 
3. http://aditiodoank.wordpress.com/2010/11/24/kecanduan-internet/ 
4. http://magneticinfo.blogspot.com/2012/03/beberapa-cara-mengatasi-kecanduan.html 
5. http://ictwatch.com/internetsehat/2012/07/18/12-gejala-anak-kecanduan-internet/
 
 
 

Senin, 24 November 2014

Aspek Psikologi dan Aspek Demografis dalam Individu Pengguna Internet

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Internet telah membawa perubahaan yang revolusioner tidak hanya di ruang lingkup komputer, tetapi juga didunia komunikasi. Internet sebagai “ gudang informasi tanpa batas “ telah pula membawa banyak perubahaan pada pola kehidupan masyarakat di kota-kota besar. Informasi yang dulunya sulit digapai kini begitu mudah untuk diakses hanya dengan beberapa klik pada komputer.
Semakin berkembangnya internet saat ini di Indonesia maupun diseluruh dunia, bersangkut paut pada aspek-aspek secara psikologi dimana mempengaruhi identitas diri indiviudu secara nyata maupun virtual dan karakteristik kepribadian. Serta aspek-aspek demografis dimana mempertimbangkan gender, usia, budaya dan SES

1.2. Rumusan Masalah
· · Membahas tentang Aspek-aspek Psikologi dari Individu pengguna Internet.
· · Membahas tentang Aspek-aspek Demografis dari Individu pengguna Internet

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Aspek Psikologi dari Individu Pengguna Internet

Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya virtual dan karakteristik seseorang indvidu.
Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang bermuculan, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain. Banyak orang  yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut anonim untuk mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan sosial. Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri. Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh orang lain siapa dia sebenarnya. Salah satu contoh adalah kasus yang di buat oleh sebuah akun Twitter dengan nama akun @T********** 2000, dimana dia banyak mentweet tentang seorang politikus dan merusak nama baik orang yang bersangkutan, karena masalah ini orang yang memiliki akun dapat diancam dengan pasal 310 ayat (1). Namun dengan identitas palsu yang dia gunakan untuk membuat akun tersebut, polisi susah mencari keberadaannya saat itu.
Karakteristik seseorang akan telihat berbeda, ketika dia berada didunia nyata dengan saat dia berada di jejaring sosial. Saat didunia nyata mungkin dilihat karakternya sangat pendiam dan tidak mudah bergaul atau tidak asik untuk diajak berbicara, namun lain halnya saat didunia maya. Karakter dia menjadi anak yang mudah bergaul dan asik untuk diajak bebicara.
2.2. Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet
Aspek demografis adalah aspek yang harus mempertimbangkan gender, usia, budaya dan SES ( Social – Economic – Status ) dalam interaksi individu dan internet.
Diseluruh di dunia, terutama di Indonesia, usia muda adalah usia yang banyak menggunkana internet dan banyak menghabiskan waktu didunia maya dan bersosialisaisi dijejaring sosial seperti facebook, twitter ataupun jaringan sosial yang lain. Pemasar yang ingin memasarkan barang produksi untuk kaula muda dapat memanfaatkan social media sebagai sarana promosi yang sangat ampuh. Contohnnya situs http://www.tokobagus.com/  yang dimana pemasar dapat mempromosikan barang produksinya disitu tersebut.

BAB III

PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan

Aspek Psikologi dari Individu Pengguna Internet

Banyak sekali terjadinya fenemona identitas diri melalui internet secara identitas nyata maupun identitas virtual yang memungkinkan individu mengubah sama sekali identitas nyatanya ke sebuah identitas lain yang sifatnya virtual dan karakteristik seseorang indvidu.
Saat ini banyak sekali jejaring sosial yang bermuculan, seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram dan lain-lain. Banyak orang  yang mengunakan identitas palsu atau bisa disebut anonim untuk mendaftrakan diri / menjadi penguna aktif dari salah satu jaringan sosial. Antaralain faktor-faktor yang membuat seseorang mengunakan identitas palsu adalah untuk menutup jejak didunia maya, dan menjaga repotasi harga diri. Dimana seseorang ingin meluapkan emosinya didunia maya, tanpa diketahui oleh orang lain siapa dia sebenarnya.


Aspek Demografis dari Individu Pengguna Internet

Aspek demografis adalah aspek yang harus mempertimbangkan gender, usia, budaya dan SES ( Social – Economic – Status ) dalam interaksi individu dan internet.
Diseluruh di dunia, terutama di Indonesia, usia muda adalah usia yang banyak menggunkana internet dan banyak menghabiskan waktu didunia maya dan bersosialisaisi dijejaring sosial seperti facebook, twitter ataupun jaringan sosial yang lain. Pemasar yang ingin memasarkan barang produksi untuk kaula muda dapat memanfaatkan social media sebagai sarana promosi yang sangat ampuh. Contohnnya situs http://www.tokobagus.com/  yang dimana pemasar dapat mempromosikan barang produksinya disitu tersebut
Jadi perkembangan internet pun akan berdampak positif maupuun negatif, tergantung dengan individu itu sendiri yang mengunakan atau berinteraksi dengan internet.
3.2 SARAN
Saat berinteraksi dengan seseorang didunia maya, selalu berhati – hati terhadapt orang yang kita kenal. Karena terkadang banyak orang-orang yang melakukan penipuan dengan menggunakan identitas palsu berupa profil maupun photo yang mereka unggah di dunia maya untuk menarik para kaum remaja khususnya perempuan.

Refrensi :

Minggu, 12 Oktober 2014

Koneksi Internet


Pengertian sistem koneksi internet yaitu seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Koneksi internet yang umum digunakan terdiri atas dua macam, yakni koneksi internet yang menggunakan kabel dan nirkabel ( wireless ).
Koneksi internet kabel adalah jenis koneksi yang memanfaatkan media kabel sebagai penghantarnya. Wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel  Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon sellular, selain itu berkembang pulateknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.
Berikut beberapa macam koneksi internet :
1.      Koneksi Dial Up
Komputer yang dilengkapi dengan modem analog dapat melakukan dial up, yaitu menghubungi server milik ISP untuk memperoleh akses internet. Koneksi dial-up tidak hanya menggunakan jalur telepon rumah (PSTN), tetapi juga bisa menggunakan telepon genggam berteknologi CDMA.
Pertama-tama, komputer melalui modem melakukan pemanggilan telepon (dial-up) ke ISP. Setelah terhubung, komputer akan memperoleh akses internet dari ISP tersebut. Untuk mengakhiri koneksi internet, dilakukan dengan memutuskan hubungan telepon. Pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi. Modem dial up mengubah sinyal digital dari komputer menjadi sinyal suara (sinyal analog) yang ditransmisikan melalui kabel telepon atau sebaliknya. Itu sebabnya, pada saat koneksi internet berlangsung, kamu tidak bisa menerima atau melakukan panggilan. Modem dial up umumnya diklasifikasikan berdasarkan jumlah bit data yang dapat dikirim per detik (bps, bit per second). Dengan adanya pembatasan interferensi sinyal suara, kecepatan modem dial up maksimum adalah 56 kbps.
2.      ADSL (Kecepatan Akses Internet-ADSL)
ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) adalah suatu teknologi modem yang bekerja pada frekuensi antara 34 kHz sampai 1104 kHz. Inilah penyebab utama perbedaan kecepatan transfer data antara modem ADSL dengan modem konvensional (yang bekerja pada frekuensi di bawah 4 kHz). Keuntungan ADSL adalah memberikan kemampuan akses internet berkecepatan tinggi dan suara/fax secara simultan (di sisi pelanggan dengan menggunakan splitter untuk memisahkan saluran telepon dan saluran modem).
3.      Koneksi dengan Jaringan Leased Line
Jaringan internet leased line artinya jaringan yang tersedia untuk mengakses internet selama 24 jam sehari. Jaringan leased line dapat menggunakan jaringan telepon, kabel khusus untuk internet, maupun koneksi wireless. Untuk jaringan yang menggunakan kabel, tersedia layanan ISDN dan DSL. Cara kerja koneksi jenis ini mirip dengan ISDN, yaitu dengan menumpangkan sinyal transmisi data frekuensi tinggi yang membawa data digital di saluran telepon.Kebanyakan modem ini mampu membagi koneksi internet dari ISP ke beberapa komputer menggunakan port Lokal Area Network (LAN) atau wireless LAN.
4.      Satelite VSAT
Koneksi menggunakan satelite merupakan koneksi yang cukup cepat namun termahal. Koneksi ini kita harus menggunakan sebuah payung [ parabola khusus ] untuk menangkap signal satelit.
– kecepatan dari 64 hingga 2mb [ berlaku hanya di Indonesia ] international lebih dari 2mb.
– biaya fix rate bulanan by speed for unlimited use.
– lokasi ditentukan oleh ISP yang menyediakan fasilitas ini.
5.      HANDPHONE
Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan handphone. Dapat dihubungkan melalui Bluetooth maupun usb cable data. Saat online jalur telepon juga tidak terganggu. Bisa menggunakan jaringan GSM maupun CDMA. GSM dapat lebih cepat dengan teknologi 3G atau bahkan teknologi terbaru high speed 3,5G. Sedangkan CDMA menggunakan teknologi CDMA 2000 1x hampir setara dengan 3G. Perhitungan biaya hampir sama semua yaitu menggunakan sistem perhitungan per kilobyte. Kecepatan mulai dari 64kb – 2mb.
6.      WIFI / Hotspot,
Jenis koneksi ini mulai heboh akhir-akhir ini. Dibeberapa kafe, mal berlomba-lomba memberikan fasilitas ini bahkan gratis untuk para pengunjung / langganan mereka. Wi-fi ini bisa terkoneksi apabila kita memiliki modem WIFI, biasanya notebook jadul belum ada jangan sedih bisa dibeli kok slot pcmci atau colokan usb. Kalau notebook baru biasanya sudah build in semua, dan handphone smartphone khususnya telah memiliki wifi build in juga. sehingga bisa langsung dapat digunakan.
– biaya GRATIS – kalo penyedianya kasi gratis. Kalo bayar maka biasanya di hitung oleh jumlah kb yang digunakan, model seperti isi voucher hp. semua ini tergantung kepada ISP / penyedia jasa internet.
– kecepatan 11mb — 100mb [ semacam lan card ]
– lokasi biasanya di mall, cafe, dan tempat yang ada memang kita telah tahu, misalnya kantor, rumah.
7.      Cable Modem
Cable Modem merupakan modem yang menyediakan dua arah komunikasi sata melalui frekuensi radio (RF) pada infrastruktur saluran CATV (Cable TV). Kabel modem ini terutama digunakan untuk memberikan akses internet broadband dalam bentuk internet cable dengan mengambil bandwidth yang tinggi dari jaringan televisi kabel.

Badan hukum dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai organisasi atau perkumpulan yang didirikan dengan akta yang otentik dan dalam hukum diperlakukan sebagai orang yang memiliki hak dan kewajiban atau disebut juga dengan subyek hukum. Dalam pasal 1653 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata disebutkan mengenai adanya 3 jenis badan hukum, yaitu:
1.       Yang diadakan oleh kekuasaan atau pemerintah atau negara;
2.       Yang diakui oleh kekuasaan;
3.       Yang diperkenankan dan yang didirikan dengan tujuan tertentu yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang atau kesusilaan biasa juga disebut dengan badan hukum dengan konstruksi keperdataan.
Secara umum badan hukum dapat dibedakan dalam dua jenis lagi, yaitu badan hukum publik dan badan privat. Badann hukum publik adalah badann hukum yang didirikan berdasarkan hukum publik atau orang banyak atau menyangkut kepentingan negara sedangkan badann hukum privat adalah badan hukum yang didirikan atas dasar hukum perdata atau hukum sipil yang menyangkut kepentingan orang atau individu-individu yang termasuk dalam badann hukum tersebut.Perbedaan antara kedua badan hukum tersebut diatas dapat dilihat dari cara didirikannya.
internet service provider :
Apa yang dimaksud ISP? ISP atau yang disebut dengan Internet Service Providermerupakan sebuah badan atau perusahaan yang menghubungkan komputer melalui saluran komunikasi ke server ISP yang telah terhubung ke Inteernet atau bisa dikatakan sebagai penyedian layanan jasa Internet.
Jika  ingin mengakses Internet dan terhubung dengan jaringan telepon melalui modem, maka dapat langsung mendaftar ke salah satu ISP (provider) yang ada di lokasi masing-masing atau skala nasional. Apabila berlangganan Internet dari ISP, akan mendapatkan user ID dan password serta nomor dial ISP tersebut pada saat mendaftar. Contoh dari ISP adalah Indosat, Indosat.net, Idola.net, Lintas Artha, Radnet, Wasantara.net, Megane, Elganet, Centrin, Solonet, dan lain-lain. Selain itu, juga terdapat Telkom Instan yang mana pengguna Internet tidak perlu mendaftar dan membayar biaya langganan (abonemen) melainkan melalui pemakaian pulsa telepon dan langsung ditagih melalui tagihan rekening telepon masing-masing.


DAFTAR PUSTAKA :